Rabu, 21 November 2012

Tentang kami dan Skripsi

Untuk ::
13 orang eh 12 orang ding..kalian teman, sahabat, dan keluargaku :)

Hai, apakabar?
Masih sibuk dengan BAB 1 dan teman temannya kan?
Aku harap semua menjawab >> iya :)

Masih ingat dengan mimpi kalian masing – masing kan?
Aku harap semuanya sudah semakin terlihat terang didepan kalian.

Masih bermimpi untuk lulus tepat waktu atau bahkan lebih cepat kan?
Aku harap semua itu bisa terlaksana.

Ingatkah bahwa tujuan kita sama, menyelesaikan study ini kalau perlu kita selesai bareng *amin
Sadarkah bahwa setengah semester 7 sudah terlewati, sudah selesai UTS beberapa minggu yang lalu, dan ini sudah hampir sampai penghujung November.

"Hey, mau seminar kapan?"

Pertanyaan yang seringkali terlontar dari orang – orang sekitar kita, bahkan saya setiap hari ditanya oleh komisi skripsi - -“
Tapi itulah wujud dari support orang sekitar kita agar kita segera mencapai titik dimana kita akan memulai langkah kita keluar ke dunia luar (maksudnya dunia penelitian lho yaaa,ehehehe)

Jalan yang berbeda untuk meraih itu tak membuat kita berjauhan, meski harus ada yang ke pasien di Rumah Sakit, ke keluarga, ke lansia, ke bayi, ke mahasiswa, bahkan aku dengan indahnya milih buat ke remaja *ahahaha
Sejak dulu, setauku kita bahkan dipersatukan oleh perbedaan. Setiap kita tak ada yang sama, manusia kan unik nah kayanya kita termasuk yang keterlaluan uniknya :) tapi nyatanya sampai sekarang kita masih bersama bahkan semakin kokoh rasanya keluarga ini.

Adakah dulu yang menyangka bahwa kita bisa menjadi keluarga besar seperti sekarang ini?
Tidak. Bahkan aku pun menjawab itu.
Allah yang menginginkan kita bersama dan inilah kita sekarang.
Semakin aku bergelut dengan ‘kepusingan’ ini, nyatanya aku semakin merasa kalian ada. Inilah kekuatan kita bersama, yang mampu menjaga dan saling menguatkan.
Sekedar bertukar tawa dengan kalian, nyatanya bisa melegakan hati ini bahkan mencerahkan pikiran.

Jangan takut, kita hadapi semua bersama. Hari ini sudah ada yang seminar buktinya yang sibuk semuanya. Itulah kita, ada disaat bahagia bahkan dalam keadaan gundah pun ada. bisa memposisikan diri sesuai dengan kondisi lebih tepatnya and i love it :)
Suka dengan kepribadian kalian, suka dengan kebersamaan ini, suka dengan apa adanya kita, suka dengan kebiasaan kalian, suka dengan perbedaan yang hadir namun itu yang menguatkan kita.
Tetaplah seperti itu saudaraku, Kita punya tujuan yang sama tapi jalan kita berbeda. tapi perbedaan itu tak akan memisahkan kita, karena perbedaanlah yang menyatukan kita.

Semangat untuk skripsinya, revisi kan sudah sepantasnya untuk dijalani dan itu pasti bisa dilalui oleh kita.
Percaya? Yakin? iyalah, PASTI BISA!!!
Cuuuus Garap, minggu depan seminar ya? Amin :)

xoxo
full of love, hug, and kepusingan :D
@ristinafauzia

Rabu, 10 Oktober 2012

Tahu Diri - Maudy Ayunda


hai, selamat bertemu lagi
aku sudah lama menghindarimu
sialkulah kau ada disini
sungguh tak mudah bagiku
rasanya tak ingin bernafas lagi
tegak berdiri, didepanmu kini

sakitnya menusuki jantung ini
melawan cinta yang ada dihati
 

reff :
dan upaya ku tau diri
tak selamanya berhasil
pabila kau muncul terus begini
tanpa pernah kita bisa bersama

pergilah menghilang sajalah, lagi

bye, selamat berpisah lagi
meski masih ingin memandangimu
lebih baik kau tiada di sini
sungguh tak mudah bagiku
menghentikan sgala khayalan gila
jika kau ada dan ku cuma bisa
meradam, menjadi yang di sisimu
membenci nasibku yang tak berubah

dan upaya ku tau diri
tak selamanya berhasil
pabila kau muncul terus begini
tanpa pernah kita bisa bersama

pergilah menghilang sajalah, lagi

berkali-kali kau berkata

kau cinta tapi tak bisa
berkali-kali ku tlah berjanji
menyerah

dan upaya ku tau diri
tak slamanya berhasil

dan upaya ku tau diri
tak selamanya berhasil
pabila kau muncul terus begini
tanpa pernah kita bisa bersama

pergilah menghilang sajalah

pergilah menghilang sajalah
pergilah menghilang sajalah, lagi

Cinta yang Tak Mungkin - Elyzia Mulachela



Ku pejamkan mata ini
Ku tertidur tanpa lelap
Tapi ku bermimpi kau jadi milikku

Suaramu tetap bernyanyi
Walau sadar ku kian tak ada
Namun ku bahagia lagumu milikku

Indah senyumanmu takkan bisa pudar
Makin indah di hatiku
Walau ku sadari cinta yang tak mungkin jadi

Apapun yang kau ciptakan
Ku akan berjuang dapatkan
Jika kau bahagia aku semakin bahagia

Indahnya wajahmu takkan pernah sirna
Makin terang di hatiku
Walau ku sadari cinta yang tak mungkin jadi

Indah senyumanmu takkan bisa pudar
Makin indah di hatiku
Walau ku sadari itu cinta yang tak mungkin jadi

Meski ku tak bisa memiliki dirimu
Takkan ku berpaling pergi (berpaling pergi)
Makin ku mencintai ku lepas kau kekasih
Biar terbang tinggi cinta yang tak mungkin
Terbang tinggi



Rabu, 03 Oktober 2012

Cinta Keluarga


Orangtua adalah orang yang menyayangi kita tulus apa adanya kita, tanpa pamrih dan rela mengorbankan segalanya demi kita.

>  Seberapa sering kamu tersenyum kepada pacar mu? Tapi, apakah sesering itu juga kita tersenyum tulus kepada orangtua kita?

 > Seberapa banyak hal kecil yang kamu lakukan untuk pacar mu agar dia bahagia? Tapi, bagaimana dengan orangtua mu,, apakah kamu melakukan banyak hal kecil untuk mereka juga?

> Seberapa sering kamu memegang tangan pacarmu ? seberapa sering juga kamu memegang tangan kedua orangtuamu ketika kamu berada di dekatnya?

> Seberapa sering pacarmu menasehatimu dan kamu mengikuti nasehatnya? Tapi sesering apapun orangtuamu menasehatimu, seberapa banyak nasehatnya yang kamu ikuti?

> Seberapa sering kamu mengunjungi pacarmu dan kamu tersenyum selama diperjalanan? Apakah senyum itu juga terkembang ketika kamu akan pulang ke rumah untuk menemui orangtua mu yang sudah sangat merindukan kehadiranmu?

> Seberapa sering kamu mengucapkan kata sayang bahkan cinta ke pacarmu? Untuk mengungkapkan sayang dan cinta ke orangtua mu apakah sudah kamu lakukan??

Sadar kah kamu, bahwa orangtua mu yang selalu ada untuk kamu, hanya kamu yang selalu menghindar dari orangtua mu. Merasa mereka tak mengerti kamu atau apalah, tapi sebenarnya justru karena mereka mengerti kamu maka nasehat nasehat mereka keluarkan hanya untuk mu.

Sadarkah kamu, semakin sering kamu tak mengikuti nasehat orangtua mu maka sebenarnya akan semakin sering juga kamu membohongi mereka. Contohnya orangtua mu berpesan untuk ‘jangan pacaran dulu kalo kamu masih sekolah’ tapi kamu punya pacar dan ketika orangtua mu menelpon saat kamu sedang pacaran seketika itu juga kamu akan menjawab “aku lagi maen sama temen ku nih”..

Sadarkah kamu berapa banyak pekerjaan yang dilakukan oleh orangtuamu hanya untuk dapat menghidupimu? Dari pagi sampai sore di kantor, bahkan seringkali malam hari pun masih digunakan untuk bekerja hanya demi kamu, tapi kamu hanya untuk meringankan pekerjaan orangtua mu dengan memberikan senyuman terindahmu kepada mereka pun jarang kamu lakukan.

Sadarkah kamu setiap kamu pulang adalah waktu yang ditunggu oleh orangtua mu, namun sering kali kamu memilih untuk tak pulang hanya karena ingin memiliki waktu lebih banyak dengan pacarmu, dengan berpamitan ada hal penting di tim yang harus kamu kerjakan. Orangtuamu ingin dapat melakukan banyak hal hanya karena ingin lebih dekat denganmu yang ketika kamu semakin dewasa maka semakin jauhlah kamu dari mereka.

Sadarkah kamu, orangtua mu sering meneteskan air matanya untuk kamu ketika mereka mendoakanmu setiap harinya. Kamu, apakah kamu menangis saat membaca pesan yang orangtuamu kirimkan ketika kamu sedang beraktivitas? Apakah kamu mampu menangis ketika orangtua kita jatuh sakit karena pekerjaan yang mereka lakukan? Sedangkan kamu akan memilih menunggui pacarmu ketika ia sakit, berada disampingnya hanya untuk mendapatkan pengakuannya.

Oh Tuhan, apakah aku yang kurang baik? Aku yang terlalu malu karena aku sudah beranjak dewasa dan tak ingin dekat dengan orangtua ku? Ataukah aku yang sebenarnya kurang berbakti kepada mereka Ya Allah?
Tuhan, maafkan aku yang selama ini terlena dengan indahnya kebersamaan dengan oranglain sampai kebersamaan dengan orangtua ku tak terasa special bagiku. Maafkan aku yang sempat tak menuruti nasehat nasehat orangtua karena ego masa muda ku yang terlalu berkuasa. Maafkan aku yang sempat berbohong karena tak mengikuti apa yang diinginkan orangtua ku.

Jagalah mereka dalam setiap hari nya Ya Allah, semoga mereka akan bahagia melihat aku kelak memberikan senyuman yang tulus kepada mereka setiap harinya.

Sabtu, 29 September 2012

Sunday = Mie Day

Thanks God, it's Sunday..
Sunday is Mie Day for me :)
Mungkin terkesan aneh, namun memang seperti itu adanya..
Sedari dulu, bisa dibilang saya ini adalah penggemar mie aka noodle. Mungkin hampir seminggu 3 kali atau lebih saya mengkonsumsi mie. Mengapa seperti itu? karena saat itu saya memang termasuk anak yang susah makan dan di rumah saya memang jarang masak karena ya jarang yang makan di rumah *ngenes :D jadilah saya memilih mie sebagai bahan makanan yang bisa ngisi perut saya.
Sampai akhirnya saya harus sekolah di sebuah sekolah asrama di Jawa Barat dan disana ternyata tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi mie. Sempet bingung gimana mau makan kalo nasi aja ga suka, tapi ga boleh makan mie. Menjalani kehidupan disekolah yang bebas memiliki aturan No MSG No Pengawet No Instant sebenarnya adalah hal yang  menyenangkan karena badan ikut dididik jadi badan yang sehat, tapi yang namanya anak SMP kan tetep aja rasanya gimana gitu waktu dulu *hehehe.. Jadi selama 1 semester di sekolah saya benar benar hidup No MSG No Pengawet No Instant barulah waktu libur pulang ke rumah arena balas dendam pun dilancarkan. Makan mie, soft drinks, fast food dll masuk semua .. Disitu terasa bahakan terlihat perbedaan di badan sendiri, yang biasanya hidup sehat jadi instant gitu, badan malah jadi ga karuan rasanya.
Setelah menyelesaikan study di asrama selama 4 tahun lebih, kembalilah saya ke rumah dan kembalilah saya dengan rutinitas yang serba instant itu. Hingga akhirnya kembali saya harus keluar kota untuk melanjutkan kulihh dan saya 'dititipkan' orang tua di rumah kerabat saya. "Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung" aturan yang ada di rumah harus saya ikuti, aturan disini adaalah 'No mie selain hari Minggu' sempet aneh sama peraturan itu tapi ya harus saya ikuti dan akhirnya sekarang menjadi kebiasaan saya.
Okeeeh, udaah aah curhat nya, mari kita skip ke hal yang bermanfaat :) >>>
Sekolah semakin tinggi jadi semakin banyak ilmu yang di dapat *insya allah.. Setelah baca baca ternyata menurut arteikel dari Prof. DR. Made Astawan (ahli Teknologi Pangan dan Gizi) mie belum bisa disebut sebagai makanan penuh (wholesome food) karena kandungan gizi yang belum mencukupi untuk gizi seimbang bagi tubuh. Mie yang terbuat dari tepung terigu memang tinggi karbohidrat namun sedikit protein, vitamin, dan mineral. Satu takaran saji mie instant 80gr menyumbang 400kkal energi, namun yang kurang disadari adalah kandungan minyak dalam mie instant yang dapat mencapai 30% bobot kering. Jadi ini perlu diwaspadai bagi penderita obesitas. Kelemahan dari mie yang lain adalah kandungan natriumnya yang tinggi, natrium yang didapat dari NaCl dan bahan pengembang. Bahan pengembang yang mencapai 1,05% dari bobot total ini kurang menguntungkan bagi penderita maag yang asam lambungnya akan semakin dirpduksi karena sifat natrium yang mensterilkan lambung dan juga penderita penyakit hipertensi yang dapat meningkat tekanan darahnya karena jumlah Na-K tinggi dalam darah. Hal lain adalah, mie instant tidak dapat dikonsumsi oleh penderita autisme disebabkan kandungan gluten (substansi yg tidak seharusnya di konsumsi penderita autisme).
Terlihat begitu banyak efeknya, namun mie masih tetap boleh dikonsumsi kok hanya jangan berlebihan saja. Mie yang di Indonesia memang berbeda dengan mie yang mungkin diproduksi oleh Jepang, Korea, Taiwan yang memang notabene setiap hari yang dimakan adalah mie, yang membedakan adalah jumlah pengawet didalam mie instant tersebut.
Jadi inilah tata cara memasak mie instant secara benar tanpa menyakiti tubuh ataupun merusak kesehatan, yang mungkin sudah kamu ketahui ataupun tidak.


  1. Didihkan air di dalam panci kemudian masukkan mi kedalamnya
  2. Apabila mi sudah matang, angkat dan tiriskan mi dengan menggunakan saringan kemudian buang sisa air rebusan, yang dimana air tersebut mengandung lapisan lilin.
  3. Didihkan air kembali di dalam panci sampai mendidih, masukkan mie ke dalamnya kemudian matikan api.
  4. Pada langkah inilah ketika api dimatikan tetapi air masih panas barulah masukkan semua bumbu-bumbu untuk membuat mie instant dengan sup.
  5. Apabila kamu akan membuat mi goreng, angkat mie dari air yang sudah mendidih, tiriskan mi kemudian campurkan dengan bumbu-bumbu, siap disajikan sebagai mi goreng kering,

Jadi, marilah kita hidup sehat teman. Makan mie seminggu sekali itu juga sebenernya hal yang asik kok :).
Rasanya kita jadi menunggu nunggu hari minggu dan pas hari minggu datang, kita bakal jadi orang yang seneeeeng bgt karena bisa menikmati mie, dan cobalah pasti rasanya mie itu lebih enak dari biasanya karena memang kita menanti waktu untuk dapat menikmati mie itu :D

Keep Healhty d(^^)b

Rabu, 21 November 2012

Tentang kami dan Skripsi

Untuk ::
13 orang eh 12 orang ding..kalian teman, sahabat, dan keluargaku :)

Hai, apakabar?
Masih sibuk dengan BAB 1 dan teman temannya kan?
Aku harap semua menjawab >> iya :)

Masih ingat dengan mimpi kalian masing – masing kan?
Aku harap semuanya sudah semakin terlihat terang didepan kalian.

Masih bermimpi untuk lulus tepat waktu atau bahkan lebih cepat kan?
Aku harap semua itu bisa terlaksana.

Ingatkah bahwa tujuan kita sama, menyelesaikan study ini kalau perlu kita selesai bareng *amin
Sadarkah bahwa setengah semester 7 sudah terlewati, sudah selesai UTS beberapa minggu yang lalu, dan ini sudah hampir sampai penghujung November.

"Hey, mau seminar kapan?"

Pertanyaan yang seringkali terlontar dari orang – orang sekitar kita, bahkan saya setiap hari ditanya oleh komisi skripsi - -“
Tapi itulah wujud dari support orang sekitar kita agar kita segera mencapai titik dimana kita akan memulai langkah kita keluar ke dunia luar (maksudnya dunia penelitian lho yaaa,ehehehe)

Jalan yang berbeda untuk meraih itu tak membuat kita berjauhan, meski harus ada yang ke pasien di Rumah Sakit, ke keluarga, ke lansia, ke bayi, ke mahasiswa, bahkan aku dengan indahnya milih buat ke remaja *ahahaha
Sejak dulu, setauku kita bahkan dipersatukan oleh perbedaan. Setiap kita tak ada yang sama, manusia kan unik nah kayanya kita termasuk yang keterlaluan uniknya :) tapi nyatanya sampai sekarang kita masih bersama bahkan semakin kokoh rasanya keluarga ini.

Adakah dulu yang menyangka bahwa kita bisa menjadi keluarga besar seperti sekarang ini?
Tidak. Bahkan aku pun menjawab itu.
Allah yang menginginkan kita bersama dan inilah kita sekarang.
Semakin aku bergelut dengan ‘kepusingan’ ini, nyatanya aku semakin merasa kalian ada. Inilah kekuatan kita bersama, yang mampu menjaga dan saling menguatkan.
Sekedar bertukar tawa dengan kalian, nyatanya bisa melegakan hati ini bahkan mencerahkan pikiran.

Jangan takut, kita hadapi semua bersama. Hari ini sudah ada yang seminar buktinya yang sibuk semuanya. Itulah kita, ada disaat bahagia bahkan dalam keadaan gundah pun ada. bisa memposisikan diri sesuai dengan kondisi lebih tepatnya and i love it :)
Suka dengan kepribadian kalian, suka dengan kebersamaan ini, suka dengan apa adanya kita, suka dengan kebiasaan kalian, suka dengan perbedaan yang hadir namun itu yang menguatkan kita.
Tetaplah seperti itu saudaraku, Kita punya tujuan yang sama tapi jalan kita berbeda. tapi perbedaan itu tak akan memisahkan kita, karena perbedaanlah yang menyatukan kita.

Semangat untuk skripsinya, revisi kan sudah sepantasnya untuk dijalani dan itu pasti bisa dilalui oleh kita.
Percaya? Yakin? iyalah, PASTI BISA!!!
Cuuuus Garap, minggu depan seminar ya? Amin :)

xoxo
full of love, hug, and kepusingan :D
@ristinafauzia

Rabu, 10 Oktober 2012

Tahu Diri - Maudy Ayunda


hai, selamat bertemu lagi
aku sudah lama menghindarimu
sialkulah kau ada disini
sungguh tak mudah bagiku
rasanya tak ingin bernafas lagi
tegak berdiri, didepanmu kini

sakitnya menusuki jantung ini
melawan cinta yang ada dihati
 

reff :
dan upaya ku tau diri
tak selamanya berhasil
pabila kau muncul terus begini
tanpa pernah kita bisa bersama

pergilah menghilang sajalah, lagi

bye, selamat berpisah lagi
meski masih ingin memandangimu
lebih baik kau tiada di sini
sungguh tak mudah bagiku
menghentikan sgala khayalan gila
jika kau ada dan ku cuma bisa
meradam, menjadi yang di sisimu
membenci nasibku yang tak berubah

dan upaya ku tau diri
tak selamanya berhasil
pabila kau muncul terus begini
tanpa pernah kita bisa bersama

pergilah menghilang sajalah, lagi

berkali-kali kau berkata

kau cinta tapi tak bisa
berkali-kali ku tlah berjanji
menyerah

dan upaya ku tau diri
tak slamanya berhasil

dan upaya ku tau diri
tak selamanya berhasil
pabila kau muncul terus begini
tanpa pernah kita bisa bersama

pergilah menghilang sajalah

pergilah menghilang sajalah
pergilah menghilang sajalah, lagi

Cinta yang Tak Mungkin - Elyzia Mulachela



Ku pejamkan mata ini
Ku tertidur tanpa lelap
Tapi ku bermimpi kau jadi milikku

Suaramu tetap bernyanyi
Walau sadar ku kian tak ada
Namun ku bahagia lagumu milikku

Indah senyumanmu takkan bisa pudar
Makin indah di hatiku
Walau ku sadari cinta yang tak mungkin jadi

Apapun yang kau ciptakan
Ku akan berjuang dapatkan
Jika kau bahagia aku semakin bahagia

Indahnya wajahmu takkan pernah sirna
Makin terang di hatiku
Walau ku sadari cinta yang tak mungkin jadi

Indah senyumanmu takkan bisa pudar
Makin indah di hatiku
Walau ku sadari itu cinta yang tak mungkin jadi

Meski ku tak bisa memiliki dirimu
Takkan ku berpaling pergi (berpaling pergi)
Makin ku mencintai ku lepas kau kekasih
Biar terbang tinggi cinta yang tak mungkin
Terbang tinggi



Rabu, 03 Oktober 2012

Cinta Keluarga


Orangtua adalah orang yang menyayangi kita tulus apa adanya kita, tanpa pamrih dan rela mengorbankan segalanya demi kita.

>  Seberapa sering kamu tersenyum kepada pacar mu? Tapi, apakah sesering itu juga kita tersenyum tulus kepada orangtua kita?

 > Seberapa banyak hal kecil yang kamu lakukan untuk pacar mu agar dia bahagia? Tapi, bagaimana dengan orangtua mu,, apakah kamu melakukan banyak hal kecil untuk mereka juga?

> Seberapa sering kamu memegang tangan pacarmu ? seberapa sering juga kamu memegang tangan kedua orangtuamu ketika kamu berada di dekatnya?

> Seberapa sering pacarmu menasehatimu dan kamu mengikuti nasehatnya? Tapi sesering apapun orangtuamu menasehatimu, seberapa banyak nasehatnya yang kamu ikuti?

> Seberapa sering kamu mengunjungi pacarmu dan kamu tersenyum selama diperjalanan? Apakah senyum itu juga terkembang ketika kamu akan pulang ke rumah untuk menemui orangtua mu yang sudah sangat merindukan kehadiranmu?

> Seberapa sering kamu mengucapkan kata sayang bahkan cinta ke pacarmu? Untuk mengungkapkan sayang dan cinta ke orangtua mu apakah sudah kamu lakukan??

Sadar kah kamu, bahwa orangtua mu yang selalu ada untuk kamu, hanya kamu yang selalu menghindar dari orangtua mu. Merasa mereka tak mengerti kamu atau apalah, tapi sebenarnya justru karena mereka mengerti kamu maka nasehat nasehat mereka keluarkan hanya untuk mu.

Sadarkah kamu, semakin sering kamu tak mengikuti nasehat orangtua mu maka sebenarnya akan semakin sering juga kamu membohongi mereka. Contohnya orangtua mu berpesan untuk ‘jangan pacaran dulu kalo kamu masih sekolah’ tapi kamu punya pacar dan ketika orangtua mu menelpon saat kamu sedang pacaran seketika itu juga kamu akan menjawab “aku lagi maen sama temen ku nih”..

Sadarkah kamu berapa banyak pekerjaan yang dilakukan oleh orangtuamu hanya untuk dapat menghidupimu? Dari pagi sampai sore di kantor, bahkan seringkali malam hari pun masih digunakan untuk bekerja hanya demi kamu, tapi kamu hanya untuk meringankan pekerjaan orangtua mu dengan memberikan senyuman terindahmu kepada mereka pun jarang kamu lakukan.

Sadarkah kamu setiap kamu pulang adalah waktu yang ditunggu oleh orangtua mu, namun sering kali kamu memilih untuk tak pulang hanya karena ingin memiliki waktu lebih banyak dengan pacarmu, dengan berpamitan ada hal penting di tim yang harus kamu kerjakan. Orangtuamu ingin dapat melakukan banyak hal hanya karena ingin lebih dekat denganmu yang ketika kamu semakin dewasa maka semakin jauhlah kamu dari mereka.

Sadarkah kamu, orangtua mu sering meneteskan air matanya untuk kamu ketika mereka mendoakanmu setiap harinya. Kamu, apakah kamu menangis saat membaca pesan yang orangtuamu kirimkan ketika kamu sedang beraktivitas? Apakah kamu mampu menangis ketika orangtua kita jatuh sakit karena pekerjaan yang mereka lakukan? Sedangkan kamu akan memilih menunggui pacarmu ketika ia sakit, berada disampingnya hanya untuk mendapatkan pengakuannya.

Oh Tuhan, apakah aku yang kurang baik? Aku yang terlalu malu karena aku sudah beranjak dewasa dan tak ingin dekat dengan orangtua ku? Ataukah aku yang sebenarnya kurang berbakti kepada mereka Ya Allah?
Tuhan, maafkan aku yang selama ini terlena dengan indahnya kebersamaan dengan oranglain sampai kebersamaan dengan orangtua ku tak terasa special bagiku. Maafkan aku yang sempat tak menuruti nasehat nasehat orangtua karena ego masa muda ku yang terlalu berkuasa. Maafkan aku yang sempat berbohong karena tak mengikuti apa yang diinginkan orangtua ku.

Jagalah mereka dalam setiap hari nya Ya Allah, semoga mereka akan bahagia melihat aku kelak memberikan senyuman yang tulus kepada mereka setiap harinya.

Sabtu, 29 September 2012

Sunday = Mie Day

Thanks God, it's Sunday..
Sunday is Mie Day for me :)
Mungkin terkesan aneh, namun memang seperti itu adanya..
Sedari dulu, bisa dibilang saya ini adalah penggemar mie aka noodle. Mungkin hampir seminggu 3 kali atau lebih saya mengkonsumsi mie. Mengapa seperti itu? karena saat itu saya memang termasuk anak yang susah makan dan di rumah saya memang jarang masak karena ya jarang yang makan di rumah *ngenes :D jadilah saya memilih mie sebagai bahan makanan yang bisa ngisi perut saya.
Sampai akhirnya saya harus sekolah di sebuah sekolah asrama di Jawa Barat dan disana ternyata tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi mie. Sempet bingung gimana mau makan kalo nasi aja ga suka, tapi ga boleh makan mie. Menjalani kehidupan disekolah yang bebas memiliki aturan No MSG No Pengawet No Instant sebenarnya adalah hal yang  menyenangkan karena badan ikut dididik jadi badan yang sehat, tapi yang namanya anak SMP kan tetep aja rasanya gimana gitu waktu dulu *hehehe.. Jadi selama 1 semester di sekolah saya benar benar hidup No MSG No Pengawet No Instant barulah waktu libur pulang ke rumah arena balas dendam pun dilancarkan. Makan mie, soft drinks, fast food dll masuk semua .. Disitu terasa bahakan terlihat perbedaan di badan sendiri, yang biasanya hidup sehat jadi instant gitu, badan malah jadi ga karuan rasanya.
Setelah menyelesaikan study di asrama selama 4 tahun lebih, kembalilah saya ke rumah dan kembalilah saya dengan rutinitas yang serba instant itu. Hingga akhirnya kembali saya harus keluar kota untuk melanjutkan kulihh dan saya 'dititipkan' orang tua di rumah kerabat saya. "Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung" aturan yang ada di rumah harus saya ikuti, aturan disini adaalah 'No mie selain hari Minggu' sempet aneh sama peraturan itu tapi ya harus saya ikuti dan akhirnya sekarang menjadi kebiasaan saya.
Okeeeh, udaah aah curhat nya, mari kita skip ke hal yang bermanfaat :) >>>
Sekolah semakin tinggi jadi semakin banyak ilmu yang di dapat *insya allah.. Setelah baca baca ternyata menurut arteikel dari Prof. DR. Made Astawan (ahli Teknologi Pangan dan Gizi) mie belum bisa disebut sebagai makanan penuh (wholesome food) karena kandungan gizi yang belum mencukupi untuk gizi seimbang bagi tubuh. Mie yang terbuat dari tepung terigu memang tinggi karbohidrat namun sedikit protein, vitamin, dan mineral. Satu takaran saji mie instant 80gr menyumbang 400kkal energi, namun yang kurang disadari adalah kandungan minyak dalam mie instant yang dapat mencapai 30% bobot kering. Jadi ini perlu diwaspadai bagi penderita obesitas. Kelemahan dari mie yang lain adalah kandungan natriumnya yang tinggi, natrium yang didapat dari NaCl dan bahan pengembang. Bahan pengembang yang mencapai 1,05% dari bobot total ini kurang menguntungkan bagi penderita maag yang asam lambungnya akan semakin dirpduksi karena sifat natrium yang mensterilkan lambung dan juga penderita penyakit hipertensi yang dapat meningkat tekanan darahnya karena jumlah Na-K tinggi dalam darah. Hal lain adalah, mie instant tidak dapat dikonsumsi oleh penderita autisme disebabkan kandungan gluten (substansi yg tidak seharusnya di konsumsi penderita autisme).
Terlihat begitu banyak efeknya, namun mie masih tetap boleh dikonsumsi kok hanya jangan berlebihan saja. Mie yang di Indonesia memang berbeda dengan mie yang mungkin diproduksi oleh Jepang, Korea, Taiwan yang memang notabene setiap hari yang dimakan adalah mie, yang membedakan adalah jumlah pengawet didalam mie instant tersebut.
Jadi inilah tata cara memasak mie instant secara benar tanpa menyakiti tubuh ataupun merusak kesehatan, yang mungkin sudah kamu ketahui ataupun tidak.


  1. Didihkan air di dalam panci kemudian masukkan mi kedalamnya
  2. Apabila mi sudah matang, angkat dan tiriskan mi dengan menggunakan saringan kemudian buang sisa air rebusan, yang dimana air tersebut mengandung lapisan lilin.
  3. Didihkan air kembali di dalam panci sampai mendidih, masukkan mie ke dalamnya kemudian matikan api.
  4. Pada langkah inilah ketika api dimatikan tetapi air masih panas barulah masukkan semua bumbu-bumbu untuk membuat mie instant dengan sup.
  5. Apabila kamu akan membuat mi goreng, angkat mie dari air yang sudah mendidih, tiriskan mi kemudian campurkan dengan bumbu-bumbu, siap disajikan sebagai mi goreng kering,

Jadi, marilah kita hidup sehat teman. Makan mie seminggu sekali itu juga sebenernya hal yang asik kok :).
Rasanya kita jadi menunggu nunggu hari minggu dan pas hari minggu datang, kita bakal jadi orang yang seneeeeng bgt karena bisa menikmati mie, dan cobalah pasti rasanya mie itu lebih enak dari biasanya karena memang kita menanti waktu untuk dapat menikmati mie itu :D

Keep Healhty d(^^)b

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...